Elektronika

Minggu, 13 November 2016

Gelombang Terrestial


A. Transmisi Terresterial
Terresterial berasal dari kata terra yang artinya “bumi”, maka gelombang radio yang perambatannya tidak jauh atau seakan-akan sejajar dengan permukaan bumi disebut gelombang radio terresterial. Sedangkan perambatan gelombang radio pada transmisi satelit tidak sejajar atau tidak dekat dengan permukaan bumi, karena itu diklasifikasikan tersendiri dan dibedakan dari transmisi terresterial.
Pemakaian gelombang radio sebagai media transmisi biasanya ditentukan berdasarkan panjang gelombangnya. Jarak antara dua buah gelombang, disebut panjang gelombang. Karena itu cycle berkaitan erat dengan panjang gelombang. Semakin besar panjang gelombangnya, maka semakin kecil frekuensinya.

B. Definsi Frekuensi
Frekuensi adalah banyaknya getaran yang melewati titik tertentu dalam suatu interval waktu yang ditentukan (biasanya dalam satu detik). Satuan frekuensi disebut cycle (siklus). Istilah kilo cycle (kc) disebut juga kilo Hertz, untuk mewakili 1000 cycle. Sedangkan istilah Megacycle (Mc) adalah 1000 kc. Sistem gelombang mikro dan satelit bekerja dalam Gigahertz (GHz).
Oleh sebab itu satuan untuk frekuensi adalah cycle per second (c/s) atau disebut juga dengan Hertz (diambil dari nama penemu gelombang elektromagnetik Heinrich Hertz, Jerman).

C.       Jenis Frekuensi Radio
Ditinjau dari pemakaian frekuensi, maka media transmisi radio yang banyak digunakan dapat dibedakan ke dalam:
JENIS FREKUENSI RADIO
MIDDLE FREQUENCY – MF
HIGH  FREQUENCY – HF
VERY HIGH  FREQUENCY – VHF
ULTRA HIGH  FREQUENCY – UHF
SUPER HIGH  FREQUENCY – SHF
EXTREMELY HIGH  FREQUENCY – EHF
 








                   Sedangkan besar frekeunsi untuk masing-masing jenis frekuensi radio tersebut, disebut spektrum frekuensi radio.
Karena besar frekuensinya berbeda, tentu masing-masing frekuensi itu memiliki ciri-ciri spesifik dalam pemakaiannya. Spektrum frekuensi radio yang banyak digunakan dalam sistem telekomunikasi terlihat seperti bagan dibawah ini.


BESAR FREKUENSI
MF : 300 – 3000 KHz
HF : 3 -30 MHz
VHF : 30 -300 MHz
UHF : 300 – 3000 MHz
SHF : 3 -30 GHz
EHF : 30 – 300 GH
Ciri-ciri spesifik penggunaan masing-masing frekuensi radio tersebut adalah:
·         MF (middle frequency) disebut radio dengan panjang gelombang sedang. Banyak digunakan dalam radio siaran swasta niaga, Amatir Radio, Orari dan sebagainya.
·         HF (high frequency), disebut sistem radio gelombang pendek yang banyak dipakai untuk hubungan ketempat-tempat yang jauh atau terpencil.  Sebelum digunakannya satelit dan peralatan untuk frekuensi lainnya, jenis frekuensi ini banyak dipakai instansi pemerintah, badan-badan swasta termasuk juga PTT (kini Telkom) untuk kepentingan hubungan telekomunikasinya. Penggunaan frekuansi HF ini sering pula disebut dengan SSB (single side band), atau radio SSB.
·         VHF dan UHF disebut sistem gelombang sangat pendek, banyak digunakan untuk keperluan hubungan jarak dekat, misalnya untuk radio kendaraan bermotor (STKB), STJJ dan sebagainya.

·         Sedangkan SHF dan EHF disebut dengan sistem gelombang mikro banyak digunakan untuk sistem gelombang mikro (Telkom) dan sistem satelit termasuk untuk penyiaran program televisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar