Gelombang Terrestial
A. Transmisi
Terresterial
Terresterial berasal
dari kata terra yang artinya “bumi”, maka gelombang radio yang perambatannya
tidak jauh atau seakan-akan sejajar dengan permukaan bumi disebut gelombang
radio terresterial. Sedangkan perambatan gelombang radio pada transmisi satelit
tidak sejajar atau tidak dekat dengan permukaan bumi, karena itu
diklasifikasikan tersendiri dan dibedakan dari transmisi terresterial.
Pemakaian gelombang
radio sebagai media transmisi biasanya ditentukan berdasarkan panjang
gelombangnya. Jarak antara dua buah gelombang, disebut panjang gelombang.
Karena itu cycle berkaitan erat dengan panjang gelombang. Semakin besar panjang
gelombangnya, maka semakin kecil frekuensinya.
B. Definsi
Frekuensi
Frekuensi adalah
banyaknya getaran yang melewati titik tertentu dalam suatu interval waktu yang
ditentukan (biasanya dalam satu detik). Satuan frekuensi disebut cycle (siklus). Istilah kilo cycle (kc)
disebut juga kilo Hertz, untuk mewakili 1000 cycle. Sedangkan istilah Megacycle
(Mc) adalah 1000 kc. Sistem gelombang mikro dan satelit bekerja dalam Gigahertz
(GHz).
Oleh sebab itu satuan
untuk frekuensi adalah cycle per second (c/s) atau disebut juga dengan Hertz
(diambil dari nama penemu gelombang elektromagnetik Heinrich Hertz, Jerman).
C. Jenis
Frekuensi Radio
Ditinjau dari pemakaian
frekuensi, maka media transmisi radio yang banyak digunakan dapat dibedakan ke
dalam:
|
JENIS FREKUENSI RADIO
|
|
MIDDLE FREQUENCY – MF
|
|
HIGH FREQUENCY – HF
|
|
VERY HIGH FREQUENCY – VHF
|
|
ULTRA HIGH FREQUENCY – UHF
|
|
SUPER HIGH FREQUENCY – SHF
|
|
EXTREMELY HIGH FREQUENCY – EHF
|
Sedangkan
besar frekeunsi untuk masing-masing jenis frekuensi radio tersebut, disebut
spektrum frekuensi radio.
Karena
besar frekuensinya berbeda, tentu masing-masing frekuensi itu memiliki
ciri-ciri spesifik dalam pemakaiannya. Spektrum frekuensi radio yang banyak
digunakan dalam sistem telekomunikasi terlihat seperti bagan dibawah ini.
|
BESAR
FREKUENSI
|
|
MF : 300 – 3000 KHz
|
|
HF : 3 -30 MHz
|
|
VHF : 30 -300 MHz
|
|
UHF : 300 – 3000 MHz
|
|
SHF : 3 -30 GHz
|
|
EHF : 30 – 300 GH
|
Ciri-ciri spesifik penggunaan masing-masing frekuensi radio tersebut
adalah:
·
MF (middle frequency) disebut radio dengan
panjang gelombang sedang. Banyak digunakan dalam radio siaran swasta niaga,
Amatir Radio, Orari dan sebagainya.
·
HF (high frequency), disebut sistem radio
gelombang pendek yang banyak dipakai untuk hubungan ketempat-tempat yang jauh
atau terpencil. Sebelum digunakannya
satelit dan peralatan untuk frekuensi lainnya, jenis frekuensi ini banyak
dipakai instansi pemerintah, badan-badan swasta termasuk juga PTT (kini Telkom)
untuk kepentingan hubungan telekomunikasinya. Penggunaan frekuansi HF ini
sering pula disebut dengan SSB (single
side band), atau radio SSB.
·
VHF dan UHF disebut
sistem gelombang sangat pendek, banyak digunakan untuk keperluan hubungan jarak
dekat, misalnya untuk radio kendaraan bermotor (STKB), STJJ dan sebagainya.
·
Sedangkan SHF dan EHF
disebut dengan sistem gelombang mikro banyak digunakan untuk sistem gelombang
mikro (Telkom) dan sistem satelit termasuk untuk penyiaran program televisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar