Elektronika

Senin, 28 November 2016

Kebudayaan  Islam dan Budaya Akademik

A . Definisi
Kata Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta buddhi yang berarti intelek (pengertian). Kata buddhi berubah menjadi budaya yang berarti “yang diketahui atau akal pikiran”. Kebudayaan dalam bahasa inggris disebut culture. merupakan suatu istilah yang relatif baru karena istilah culture sendiri berasal dari bahasa Latin colere yang berarti pemeliharaan, pengolahan tanah pertanian. Pada arti kiasan kata itu juga berarti "pembentukan dan pemurnian jiwa". Seorang antropolog lain, E.B. Tylor (1871) mendefinisikan pengertian kebudayaan bahwa kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Dalam bahasa arab, kata yang dipakai untuk kebudayaan adalah al-Hadlarah, as Tsaqafiyah/tsaaqafah yang artinya juga peradaban. Secara bahasa, peradaban berasal dari kata arab yang berarti etika,sopan,santun,terdidik.
Menurut Dr.K.Kupper kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berprilaku, baik secara individu maupun kelompok.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kebudayaan adalah suatu pola hidup / tatanan yang berkembang di masyarakat dari generasi ke generasi yang mengandung banyak unsur diantaranya unsur seni, religi dan perilaku. Budaya adalah suatu kegiatan yang dilakukan terus menerus yang kemudian menjadi kebiasaan yang diwariskan secara turun temurun. Budaya juga bersifat secara meluas dan biasanya dijadikan pedoman.
  Islam sendiri berasal dari kata ‘salm’ (السَّلْم) yang berarti damai/kedamaian. Dan ini merupakan salah satu makna dan ciri dari Islam, yaitu bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada perdamaian.Sehingga kebudayaan islam dapat diartikan sebagai suatu hasil olah pikir manusia yang berkembang dari generasi ke generasi yang tidak bertentangan dengan ajaran agama islam. Al Qur’an merupakan kebudayaan itu sebagai suatu proses dan meletakkan kebudayaan sebagai eksistensi hidup manusia.Al Qur’an merupakan pedoman bagi umat muslim. Allah mengangkat Nabi Muhammad sebagai Rosul yaitu memberikan bimbingan kepada umat. Manusia agar dalam mengembangkan kebudayaan tidak lepas dari nilai-nilai ketuhanan.Sebagaimana sabdanya yang berarti, “Sesungguhnya aku diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak.”
Kebudayaan islam adalah hasil olah, akal, budi, cipta, rasa, karsa, dan karya manusia berladaskan pada nilai-nilai tauhid. Islam sangat menghargai akal untuk terseleksi oleh nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal berkembang menjadi sebuah peradaban.Agama berfungsi untuk mmbimbing manusia dalam mengembangkan akal budinya sehingga menghasilkan kebudayaan yang beradab atau peradaban islam. Kebudayaan Islam yang pada akhirnya akan berkembang menjadi suatu kebudayaan yang diyakini kebenarannya secara universal. Islam sebagai suatu agama, secara sungguh-sungguh mendorong manusia untuk berusaha melalui pribadi dan kelompoknya, agar dapat menciptakan suatu keadaan yang lebih baik, sehingga menjadi suatu kekuatan di dunia (Picktchall,1993: 7).
Agama islam mendorong umatnya berkebudayaan dalam semua aspek kehidupan termasuk dalam bidang ibadah.contohnya dalam ibadah sholat,perintah itu bukan lah kebudayaan karena ia adalah wahyu dari pada Allah swt .Dan kalau dilihat ajaran islam, kita di kehendaki bersholat di tempat yang bersih. Jadi perlu tempat atau bangunan yang bersih bukan saja bersih dari najis tetapi bersih dari pada segala pandangan yang bisa mengganggu kekhusyukan kita pada saat kita bersholat. Apabila kita membangun surau atau masjid dari dorongan wahyu”dirikan lah solat” itu maka lahir lah kemajuan, lahir lah kebudayaan. Begitu juga dalam bergaul dalam masyarakat dalam al-Quran ada perintah:
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan
jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya “[al-Mâidah/5:2]
            P
erintah ini bukan lah kebudayaan tapi apa bila kita hendak mengamalkan tuntutan dan kehendak perintah maka terbentuk lah kebudayaan .
B . Nilai-nilai Kebudayaan Islam
           Dalam ajaran islam sendiri meniru budaya satu kaum boleh-boleh saja sepanjang tidak bertentangan nilai-nilai dasar islam, apalagi yang ditirunya adalah panutan suci Nabi Muhammad saw, namun yang tidak boleh adalah menganggap bahwa nilai-nilai budaya arabnya adalah ajaran islam. Tumbuh kembangnya Islam di Indonesia diolah sedemikian rupa oleh para juru dakwah dengan melalui berbagai macam cara, baik melalui bahasa maupun budaya seperti halnya dilakukan olehpara wali Allah di Pulau Jawa. Para wali Allah tersebut menerapkan ajaran dengan melalui bahasa dan budaya daerah setempat, sehingga masyarakat secara tidak sengaja dapat memperoleh nilai-nilai Islam yang pada akhirnya dapat mengemas dan berubah menjadi adat istiadat di dalam hidup dan kehidupan sehari-hari dan secara langsung merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan bangsa Indonesia, misalnya : setiap diadakan upacara-upacara adat banyak menggunakan bahasa Arab (Al Qur’an), yang sudah secara langsung masuk ke dalam bahasa daerah dan Indonesia, hal tersebut tidak disadari bahwa sebenarnya yang dilaksanakan tidaklain adalah ajaran-ajaran Islam (Diskusi Kelompok Lokakarya MPK UGM, 2003:39).
Ajaran-ajaran Islam yang bersifat universal dilihat dalam hal melaksanakan hari raya Idul Fitri 1 Syawal yang pada awalnya sebenarnya dirayakan secara bersama dan serentak oleh seluruh umat Islam dimanapun mereka berada, namun yang kemudian berkembang di Indonesia bahwa segenap lapisan masyarakat tanpa pandang bulu dengan tidak memandang agama dan keyakinannya secara bersama-sama mengadakan syawalan (halal bil halal) selama satu bulan penuh dalam bulan syawal, hal inilah yang pada hakikatnya berasal dari nilai-nilai ajaran Islam, yaitu mewujudkan ikatan tali persaudaraan dengan cara saling bersilaturahmi satu sama lain dan saling meminta maaf, sehingga dapat terjalin suasana yang akrab dan kekeluargaan yang kental.        
              
Nilai-nilai Islam dalam kebudayaan Indonesia yang lain,juga dapat ditemukan yaitu sesuai dengan perkembangan zaman terutama ciri dan corak bangunan masjid di Indonesia yang juga mengalami tumbuh kembang, baik terdiri dari masjid-masjid tua maupun yang baru dibangun.
      Islam pertama kali masuk ke Indonesia mempengaruhi kebudayaan daerah, yang masih dapat kita lihat dalam kehidupan masyarakat daerah. Sementara itu dalam pengembangan budaya nasional, peran Islam dalam terbentuknya wawasan persatuan dan kesatuan bangsa telah dibuktikan dalam sejarah. Islam dapat menjadi penghubung bagi kebudayaan daerah yang sebagian besar masyarakatnya adalah muslim. Jadi islam masuk ke Indonesia lengkap dengan budayaannya.
Nilai-nilai Islam kedalam tatanan kehidupan bangsa Indonesia ternyata tidak sekedar masuk pada aspek budaya semata tetapi sudah masuk ke wilayah hukum. Sebagai contoh dalam hukum keluarga (akhwalu syahsiyah) masalah waris, masalah penikahan, dan lain-lain. Mereka tidak sadar nilai-nilai islam masuk wilayah hukum yang berlaku di Indonesia.
C. Prinsip Kebudayaan dalam Islam                         
Kebudayaan dalam islam memiliki 4 prinsip yaitu :
  1. Menghormati akal,kebudayaan islam menempatkan akal pada posisi yang terhormat.Prinsip ini diambil dari surat Ali imron ayat 190.
  2. Motivasi untuk menuntut dan mengembangkan ilmu prinsip yang diambil dari surat Al-Mujadalah ayat 11
  3. Menghindari taklid buta artinya kebudayaan islam tidak menerima sesuatu tanpa diteliti dahulu.Prinsip diambil dari surat al-isra’ ayat 36
  4. Tidak membuat kerusakan.Prinsip ini diambil dari surat al-Qashas ayat 77




D. Ciri-ciri Kebudayaan Islam
Ciri-ciri kebudayaan islam antara lain bernafaskan tauhid,karena tauhidlah yang menjadi prinsip pokok ajaran islam dan hasil buah pemikiran dan pengolahannya dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan membahagiakan umat.Kebudayaan islam merupakan perpaduan antara moral yang merupakan pokok ajaran islam dengan dorongan pemakaian akal.
E. Pusat Peradaban
Masjid sebagai pusat peradaban islam / kebudayaan islam mempunyai fungsi utama yaitu tempat shalat. Selama sekitar 700 tahun sejak Nabi mendirikan masjid pertama, fungsi masjid masih kokoh dan original sebagai pusat peribadatan dan peradaban. Sekolah-sekolah dan universitas-universitas bermunculan justru dari masjid. Dalam syariat islam masjid memiliki dua fungsi utama yaitu : pertama, sebagai pusat ibadah ritual, dan kedua, sebagai pusat ibadah sosial. Dari kedua fungsi tersebut titik sentralnya bahwa fungsi utama masjid adalah sebagai pusat pembinaan umat.
2.1 BUDAYA AKADEMIK
A . Definisi
Kata akademik berasal dari bahasa Yunani yakni academos yang berarti sebuah taman umum (plasa) di sebelah barat laut kota Athena. Nama Academos adalah nama seorang pahlawan yang terbunuh pada saat perang legendaris Troya. Pada plasa inilah filosof Socrates berpidato dan membuka arena perdebatan tentang berbagai hal.Kata acadomos berubah menjadi akademik, yaitu semacam tempat perguruan. Para pengikut perguruan tersebut disebut academist, sedangkan perguruan semacam itu disebut academia (Fajar, 2002).  
Akademik adalah istilah yang berkaitan dengan bidang pengetahuan ,wawasan, mendidik untuk bisa berkarya.Seperti lembaga pendidikan.
Jadi budaya akademik adalah suatu kebiasaan / kegiatan akademik yang dapat dipahami, dan diamalkan oleh warga akademik di lembaga pendidikan yang mempunyai peranan sangat penting.
Budaya akademik bersifat universal yaitu melingkupi seluruh warga masyarakat akademisi untuk berpatisipasi dalam aktivitas akademik. Jadi Budaya akademik islam adalah budaya yang diterapkan di sekolah dan perguruan tinggi yang mengandung nilai dan ajaran  islami.
B . Ciri-ciri dan Perkembangan
Ciri-Ciri dari Perkembangan Budaya Akademik” yang meliputi berkembangnya :
a)      penghargaan terhadap pendapat orang lain secara obyektif
b)      pemikiran rasional dan kritis-analitis
c)       kebiasaan membaca
d)      penambahan ilmu pengatahuan dan wawasan
e)       kebiasaan meneliti dan mengabdi kepada masyarakat
f)        penulisan artikel, makalah, buku
g)       diskusi ilmiah
h)       proses belajar-mengajar, dan
i)        manajemen perguruan tinggi yang baik

C. Tradisi
Tradisi akademik yang merupakan ciri khas kehidupan masyarakat akademik dengan menjalankan proses belajar-mengajar antara dosen dan mahasiswa, menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta mengembangkan cara-cara berpikir kritis-analitis, rasional dan inovatif di lingkungan akademik.
D . Kebebasan Akademik
Kebebasan Akademik mengiringi tradisi masyarakat akademik, tetapi kehidupan dan kebijakan politik acapkali mempengaruhi dinamika dan perkembangannya. Kebebasan akademik meliputi kebebasan menulis, meneliti, menghasilkan karya keilmuan, menyampaikan pendapat, pikiran, gagasan sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni, dalam kerangka akademis.
Selain itu, kebebasan akademik kadangkala juga berkaitan dengan sikap-sikap dalam kehidupan beragama yang pada era dan pandangan keagamaan tertentu menimbulkan hambatan dalam perkembangan kebebasan akademik, khususnya kebebasan berpendapat.
E . Membangun Budaya Akademik
Budaya akademik bersifat universal yaitu melingkupi seluruh warga masyarakat akademisi untuk berpatisipasi dalam aktivitas akademik. Membangun budaya akademik bukan perkara yang mudah. Diperlukan upaya sosialisasi terhadap kegiatan akademik, sehingga terjadi kebiasaan di kalangan akademisi untuk melakukan norma-norma kegiatan akademik tersebut.Jadi Budaya akademik islam adalah budaya yang bersifat universal yang mengandung islami.
Jika sosialisasi tersebut dilakukan secara terus-menerus, maka ia akan menjadi sebuah tradisi dan budaya bagi individu-individu dalam masyarakat kampus. Norma-norma akademik merupakan hasil dari proses belajar dan latihan dan bukan merupakan bawaan lahir. Jadi Budaya akademik islam adalah budaya yang bersifat universal yang mengandung nilai islami.
Membangun budaya akademik/ SDM Mahasiswa yaitu :
a.  Menitik beratkan pada yaitu Rencana yang tepat, matang dalam setiap aktifitas proses belajar  mengajar dan dilaksanakan secara optimal, maksimal dan berkesinambungan dan ada upaya komperatif, sinergi dan sinkronisasi yang diinginkan dan tujuan serta ada evaluasi dan gambaran yang logis, ilmiah sehingga dijadikan tolak ukur keberhasilan dan kegagalan.
b.    Adanya Interaksi kegiatan kurikuler yang terstruktur tepat, baik pada beban kurikulum dan jumlah serta bobot SKS mata kuliah.
c. Model manajemen yang baik dan terstruktur yang mampu mensinkronisasikan antara tujuan pribadi (mahasiswa) dengan visi, misi dan tujuan Perguruan Tinggi, pangsa pasar.
d. Tersedianya sarana, prasarana dan sumber daya (dosen, karyawan) yang
memadai.


             Belajar tidaklah hanya sebatas mengejar gelar akademis atau nilai indeks prestasi   (IP ) yang tinggi dan mendapat penghargaan cumlaude, lebih dari itu mahasiswa harus bergerak bersama rakyat dan pemerintah untuk membangun bangsa, atau paling tidak dalam lingkup yang paling mikro, ada suatu kemauan untuk mengembangkan civitas/ perguruan tinggi dimana ia  kuliah. Misalnya dengan ikut serta/ aktif di Organisasi Mahasiswa, baik itu Organisasi intra kampus (MPM,BEM dan UKM ) ataupun Organisasi Ekstra kampus, serta aktif dalam kegiatan-kegiatan lain yang mengarah pada pembangunan bangsa.
            Membangun Budaya akademik dapat di lakukan
dengan cara kampus mengadakan program bersih-bersih lingkungan kampus. Karena kebersihan adalah sebagian dari iman . lingkungan  kampus yang bersih membuat kegiatan belejar-mengajar di kampus menjadi nyaman.Dengan cara kampus mengadakan program shalat berjamaah.Shalat merupakan perintah yang utama dan kewajiban yang harus ditunaikan oleh orang muslim. Shalat yang lebih baik dilakukan secara bejamaah itu dikarenakan kita dapat saling bersilahturahmi dapat lebih dekat dengan sesamanya dan dapat meningkatkan kebersaman.

Rabu, 23 November 2016


HUKUM PASCAL


                Hukum Pascal yang berbunyi: “ Tekanan yang diberikan zat cair di dalam ruang tertutup diteruskan oleh zat cair itu ke segala arah dengan sama besar”. Hukum pascal ditemukan oleh Blaise Pascal, seorang ilmuwan Prancis yang hidup pada 1623-1662). Pada dasarnya Blaise pascal adalah seorang ahli filsawat dan teologi, namun hobinya pada ilmu matematika dan fisika, terutama geometri proyektif, mengantarkan menjadi ilmuwan dunia yang terkenal sepanjang masa berkat penemuannya dalam bidang fisika mekanika fluida yang berhubungan dengan tekanan dan gaya yang dikenal dengan Hukum Pascal.Secara teoritis, rumusnya adalah :

F1/A1 = F2/A2

Dimana F adalah besar tekanan yang diberikan kepada alas A. Untuk F satuannya harus Newton dan A harus Meter persegi. Hati-hati, kalau pada soal diberikan satuan cmpersegi, harus diubah ke meter persegi.
Penerapannya adalah pada dongkrak hidrolik yang ada di bengkel itu lho, yang gunanya untuk menaikkan mobil bila ada kerusakan di bagian bawahnya. Yang kedua adalah pompa air.   

A. PENERAPAN HUKUM PASCAL


Pemanfaatan Hukum Pascal yang sangat penting dan berguna sekali adalah dalam hal "memanfaatkan gaya yang kecil menghasilkan gaya yang besar contohnya adalah pompa hidrolik. Pompa ini memiliki 2 buah tabung yang luas penampang tabungnya antar keduanya berbeda. Pada tabung kecil dikerjakan dengan gaya F1. Tekanan yang dihasilkan pada cairan adalah p =F1/ A1
dengan A1 adalah luas penampang dari tabung yang kecil. Tekanan sebesar ini kemudian diteruskan ke permukaan cairan dalam tabung yang besar.

Penggunaan Hukum Pascal pada berbagai peralatan antara lain :

1. Jembatan Angkat
Contoh penggunaan jembatan angkat ini bisa kita lihat pada bengkel dan tempat pencucian mobil. Dengan diangkatnya mobil maka akan mempermudah perbaikan maupun pembersihan mobil bagian bawah. Didalam reservoir atau bak penampungan cairan jembatan angkat diisi dengan minyak. Diatasnya permukaan minyak terdapat udara yang dimampatkan atau dipadatkan sehingga mempunyai tekanan yang tinggi. Ketika jembatan angkat ini dipergunakan, maka udara yang mampat ini akan meneruskan tekanan kebagian bawah penghisap yang selanjutnya akan mengangkat mobil yang diletakkan diatasnya. Dengan cara seperti ini maka akan dengan mudah mengangkat beban mobil yang berat menjadi mudah dilakukan.

2. Dongkrak Hidrolik
 Alat ini merupakan alat wajib yang harus tersedia didalam mobil karena akan sangat membantu kita untuk mengganti ban mobil kita ketika bocor. Ketika dongkrak ditekan atau diungkit, maka penghisap kecil akan menekan cairan yang berada di reservoir. Cairan ini akan meneruskan tekanan ke penghisap besar sehingga akan mendorong benda yang ada diatasnya.

3. Benda lain yang mempergunakan prinsip dasar Hukum Pascal adalah, Kempa Hidrolik yang biasanya digunakan untuk memeras buah untuk diambil airnya,  memadatkan kertas dan lain-lain. Digunakan juga pada Dental Chair atau kursi periksa gigi, pompa ban, elevator atau tangga berjalan untuk menaikkan barang atau orang ke pesawat dan lain-lain.


                Pada penerapan hukum pascal kelompok kami membuat alat praktikum fisika yaitu jembatan hidrolik sederhana .

PEMBUATAN ALAT PERAGA FISIKA
JEMBATAN HIDROLIK SEDERHANA ( HUKUM PASCAL)

  1. NAMA ALAT                          : Jembatan Hidrolik Sederhana

  1. TUJUAN PEMBUATAN ALAT  :

*      Untuk memenuhi nilai ujian praktik fisika.
*      Untuk memahami konsep fisika “hukum pascal”
*      Untuk mempelajari konsep dasar pembuatan hidrolik
*      Untuk menguji daya keterampilan
*       Untuk mengetahui cara pembuatan dan cara kerja miniatur pompa hidrolik.
*      Untuk menjelaskan konsep hukum pascal dengan miniatur pompa hidrolik.
*      Untuk menyebutkan aplikasi atau penerapan pompa hidrolik dalam kehidupan sehari-hari

  1. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN :

1.      Alat-alat yang digunakan
a.      Selang
b.      Palu
c.       Tang
d.      Kikir
e.      Cutter
f.        Suntikan
2.      Bahan-bahan yang digunakan
a.       Lem kayu
b.      Stik es krim
c.       Solasi

IV.   DESAIN ALAT/GAMBAR ALAT PERAGA


  1. CARA PEMBUATAN ALAT

1.      Menyiapkan alat dan bahan.
2.      Mengisi kedua suntikan dengan air.
3.      Memasang selang pada masing masing ujung suntik.
4.      Menyusun stik es krim sebagai lengan alat. Lalu memasukkan suntik pertama (agar  lengan dapat bergerak naik turun) ke tengah lengan.
5.      Merangkai stik es krim sepertipada gambar.










  1. PRINSIP KERJA ALAT

Dalam sistem hidrolik, fluida cair berfungsi sebagai penerus gaya. Minyak mineral umum dipergunakan sebagai media. Dengan prinsip mekanika fluida yakni hidrostatik (mekanika fluida yang diam/statis, teori kesetimbangan dalam cairan), hidrolik diterapkan.
            Dalam alat ini apabila suntikan pertama ditekan maka fluida akan mengalir dan mengikuti selang lalu akan mendorong suntikan yang terhubung dengan  lengan, maka lengan akan bergerak naik turun. Lalu apabila suntikan kedua ditekan fluida akan mengalir mengikuti arah selang dan suntikan yang berada di atas lengan akan terdorong  dan pencapit pun akan bergerak.

Rangkaian Kombinasi Seri-Paralel

             Dalam rangkaian elektronika tahanan atau resistor biasanya terhubung membentuk susunan tertentu , ada 3 macam susunan yaitu:
1.     1.  Hubungan deret/seri
Deret/seri adalah dimisalkan tiga buah resistor. Rangkaian R1 terhubung ujung R2 dan yang lain dari R2 terhubung dengan ujung-ujung yang lain R1 dan R2 sebagai terminal(output). Perhatikan rangkaian resistor seri/deret pada gambar 1 di bawah ini.



    Rangkaian seri diatas tidak mempunyai jalur lain, maka seluruh komponen
    I   = I1= I2   = I3
      Rt  = R1 + R2 + R3     
     V1  = I1 . R1
     V2  = I2 .R3
      Dan Vs = V1+V2+V3

2.      2. Hubungan Jajar/Paralel
  Tahanan paralel adalah dimisalkan ada tiga buah tahanan masing-masing R1,,R2,R3 saling 
  dihubungkan dan ujung yang lain juga saling dihungkan.Perhatikan rangkain paralel pada gambar 2.



                                      




It         = I1+I2+I3
VR1     =  VR2 =  VR3 =  Vs
VR2 = I1.R2 ; VR3 = I3 . R3





3.   3.   Hubungan seri-paralel / kompound
Rangkaian resistor yang dihungkan secara seri dan paralel disebut juga rangkain seri paralel/kompound.







R3        = (R1 + R2) // R3



I1         = IA + IB
VR1     = R1. IA
VR2     = R2 . IA
VR3     = R3 . IB