Analisis Nodal
Analisis
nodal berhubungan dengan sumber arus dan konduktansi. Persamaan nodal
dituliskan dengan menggunakan Hukum Kirchoff arus.
Analisis
nodal dapat dipergunakan pada jaringan jika :
a.
Nilai-nilai tegangan diketahui.
b.
Terdapat dua atau lebih sumber energi.
c.
Sumber energi adalah merupakan sumber
arus.
Langkah
pertama pada analisis nodal adalah mengidentifikasi node-node. Node adalah
junction atau titik hubung dari tiga atau lebih konduktor.
Gambar
4.4 Merupakan sebuah jaringan ∏ yang dihubungkan dengan dua buah sumber arus.
Gbr. 4.4 Pengidentifikasi node-node.
Pada
rangkaian gambar 4.4, terdapat tiga buah node yang terpisah. Node A merupakan
junction dari empat konduktor, hubungan bawah kedua sumber dan elemen.
Node
B merupakan junction dari tiga konduktor yang terhubung pada sumber arus ke
elemen-elemen. Demikian juga halnya
dengan node C.
Node
referensi dapat dipilih secara bebas, node manapun dapat dibuat sebagai node
referensi.
Semua
node –node selain node referensi disebut node-node independent. Jika line A
dalam gambar 4.4 dipilih sebagai node referensi, titik B dan C adalah node-node
independent. Tegangan pada node-node independent terhadap node referensi,
adalah VB dan VC dalam gambar 4.5.
Menulis
Persamaan Node
Ada
beberapa prosedur dalam penulisan persamaan untuk node. Istilah ‘local node’
digunakan pada node yang mana persamaan dituliskan. Istilah ‘Remote node’
merupakan node yang terhubung ke local node melalui konduktansi.
·
Elemen
Arus
1.
Letakkan pada sisi kiri persamaan arus
pada konduktansi.
2.
Kalikan tegangan local node ( terhadap
referensi ) dengan jumlah konduktansi – konduktansi yang terhubung ke node.
Hasilnya adalah positif. Abaikan elemen-elemen yang terhubung seri dengan
sumber arus, karena tidak mempengaruhi arus rangkaian.
3.
Kalikan masing-masing tegangan remote
node dengan elemen konduktansi yang menghubungkannya ke local node. Hasilnya
adalah negatif.
·
Sumber
Arus
1.
Letakkan sumber arus pada sisi kanan
persamaan.
2.
Tentukan arus yang menuju local node
adalah positif.
3.
Tentukan arus yang meninggalkan local
node adalah negatif.
4.
Jika tidak ada sumber arus pada local
node, tentukan sebagai nol.
Gambar 4.5 Rangkaian gambar 4.4 dengan
pengidentifikasian arus dan tegangan
Untuk
lebih memperjelas mengenai analisis nodal, arah arus diasumsikan dan polaritas
elemen dapat ditunjukkan. Gambar 4.4 adalah sama dengan gambar 4.5, terkecuali
ada penambahan arus,simbol,arah dan polaritas.
Kondisi yang ada pada node-node independent
dituliskan dalam persamaan. Persamaan-persamaan yang ada untuk node-node B dan
C gambar 4.5 adalah sebagai berikut:
Ø Pada
node B
Arus I G1 menuju ke node.
Arus I 1 dan I 2 meninggalkan node. Persamaan untuk node
B adalah:
I
1 + I 2 = I G1
Semua arus, kecuali arus generator, sekarang diekspresikan dalam
Hukum Ohm.
I
= V . G
Tegangan pada G 1 adalah V B
– V C , sebab diasumsikan dari arah arus I 1 , kiri ke
kanan sehingga V B lebih besar dari pada V C.
I
1 = V 1 G 2 = (VB – VC)
G 1
I
2 = V 2 G 2 = V B G 2
Sehingga persamaan untuk node B
adalah:
(VBVC)G1+VBG2=IG1..............................................................................(4.1)
Ø Pada
node C
Arus I1 menuju ke node. Arus generator
IG1 dan I3 meninggalkan node.
I3
= V3 G3 = Vc G3
Persamaan untuk node C adalah:
IG2+I3
= I1
IG2
+ VCG3 = (VB-VC)G1
Atau
VC(G1+G3)–VBG1=IG2……………………………………………….
(4.2)
Dengan menyelesaikan persamaan (4.1) dan
(4.2) akan memberikan nilai-nilai VB dan VC, sehingga
semua besaran-besaran lain rangkaian dapat dihitung.
Berikut ini merupakan gambar rangkaian dengan banyak sumber:
Pada
rangkaian gambar 4.6, jika titik (line) A merupakan node referensi, titik B,C,D
dan E merupakan node-node independent.
Persamaan nodenya adalah:
Node B : VB (G2 + G5) –VC
G2
Node C : VC (G2 + G3) – VB
G2 – VD G3
Node D : VD (G3 + G4 + G6)
– VC G3 – VE G4
Node E : VE (G4 + G7) – VD
G4
Jika pada rangkaian terdapat generator
tegangan, hal ini harus dikonversikan ke generator arus yang ekivalen.
Generator
arus pada gambar 4.7 (b) adalah ekivalen
dengan generator tegangan dalam gambar 4.7 (a) jika:
1. Resistansi
internal Ri tiap-tiap generator adalah sama.
2. Sumber
arus I dari generator arus berhubungan dengan generator tegangan E.
Contoh:
1.
Berapa nilai masing-masing tegangan dan
arus dalam gambar rangkaian dibawah ini.
Penyelesaian
:
- Pada node A
VA(G3+G2)
- VBG2 = IG1
VA(0,2+0,1)
- VB 0,1 = 5
0,3VA
- 0,1VB = 5 .................(1)
- Pada node B
VB(G2+G4)
- VBG2 = IG2
VB(0,1+0,25)
– VA 0,1 = 5
0,35VB
- 0,1 VA = 5 ..................(2)
Substitusi
Persamaan 1 dan 2
0,3VA - 0,1VB =
5
0,35VB - 0,1
VA = 5
Didapatkan nilai VA dan VB
VA
= 28,95 V = V3
VB = 36,84 V = V4
V2 = VB – VA
= 36,84 – 28,95 =7,89 V
I2 = V2G2
=7,89 x 0,1 = 0,789 A
I3 = VAG3
= 28,95 x 0,2 = 5,79 A
I4 = VBG4
= 36,84 x 0,25 = 9,21 A
I1 = IG1 = 5A
Hasil yang didapat
sesuai dengan hukum kirchoff pada ketiga
node (arus masuk sama dengan arus keluar).
Node A : I2G2 + I2 = I3
5 A + 0,789 A = 5,79 A
Node B : IG2 =
I2 + I3
10 A = 0,789 A + 9,21 A
Node Referensi : I3 + I4
= IG1 + IG2
5,789A + 9,21 A = 5 A +
10 A






Tidak ada komentar:
Posting Komentar